
Contoh soal ips kelas 9 bab 2 beserta jawabannya
Menguasai Dinamika Sosial: Kumpulan Contoh Soal IPS Kelas 9 Bab 2 Beserta Pembahasan Mendalam
Bab 2 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 9 biasanya berfokus pada Dinamika Interaksi Sosial. Materi ini krusial karena mengajarkan siswa tentang bagaimana manusia saling berhubungan, membentuk kelompok, dan bagaimana interaksi tersebut memengaruhi masyarakat. Memahami konsep-konsep dalam bab ini tidak hanya penting untuk kelulusan, tetapi juga untuk membangun kesadaran sosial yang kuat.
Untuk membantu Anda menguasai materi ini, artikel ini akan menyajikan serangkaian contoh soal yang mencakup berbagai aspek dinamika interaksi sosial, lengkap dengan pembahasan yang mendalam. Diharapkan, dengan mempelajari dan memahami contoh-contoh ini, Anda dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri dalam menjawab soal-soal serupa di kemudian hari.

A. Konsep Dasar Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah inti dari segala aktivitas manusia dalam masyarakat. Ia merupakan tindakan yang bersifat timbal balik, di mana individu atau kelompok saling memengaruhi satu sama lain. Tanpa interaksi sosial, masyarakat tidak akan terbentuk.
Contoh Soal 1:
Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pengertian interaksi sosial?
a. Kegiatan individu yang dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan orang lain.
b. Proses komunikasi antarindividu atau kelompok yang bersifat timbal balik dan saling memengaruhi.
c. Kumpulan orang yang berkumpul di suatu tempat tanpa adanya tujuan bersama.
d. Hubungan yang hanya bersifat fisik tanpa adanya komunikasi atau pengaruh.
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah b. Proses komunikasi antarindividu atau kelompok yang bersifat timbal balik dan saling memengaruhi.
Mari kita bedah mengapa pilihan lain kurang tepat:
- a. Kegiatan individu yang dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan orang lain. Pernyataan ini justru bertentangan dengan definisi interaksi sosial yang menekankan adanya keterlibatan orang lain.
- c. Kumpulan orang yang berkumpul di suatu tempat tanpa adanya tujuan bersama. Ini lebih menggambarkan kerumunan (crowd) yang belum tentu merupakan interaksi sosial yang terorganisir. Interaksi sosial memerlukan adanya unsur komunikasi dan tujuan yang saling terkait.
- d. Hubungan yang hanya bersifat fisik tanpa adanya komunikasi atau pengaruh. Interaksi sosial tidak hanya sebatas fisik, melainkan melibatkan pertukaran makna, komunikasi, dan saling pengaruh.
Interaksi sosial memiliki syarat-syarat tertentu agar dapat terjadi, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial bisa bersifat primer (langsung) atau sekunder (tidak langsung). Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak lain dan adanya timbal balik.
Contoh Soal 2:
Seorang guru memberikan instruksi kepada siswanya untuk mengerjakan tugas. Siswa mendengarkan instruksi tersebut dan mulai mengerjakan tugasnya. Fenomena ini merupakan contoh dari…
a. Kerjasama
b. Akomodasi
c. Komunikasi
d. Asimilasi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah c. Komunikasi.
Penjelasan:
- Guru menyampaikan pesan (instruksi).
- Siswa menerima pesan dan memahami maknanya.
- Ada timbal balik, yaitu siswa merespons instruksi dengan mengerjakan tugas.
Meskipun dalam konteks ini bisa mengarah pada kerjasama, inti dari fenomena tersebut adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan, yang merupakan definisi komunikasi.
B. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi yang mengarah pada persatuan dan kerjasama. Bentuk-bentuknya meliputi:
- Kerjasama (Cooperation): Usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
- Akomodasi (Accommodation): Usaha-usaha untuk mengatasi pertentangan guna mencapai kestabilan.
- Asimilasi (Assimilation): Proses penyesuaian diri dengan kebudayaan orang lain atau kelompok lain.
- Akulturasi (Acculturation): Perubahan budaya yang terjadi akibat percampuran dua kebudayaan atau lebih.
Contoh Soal 3:
Dalam sebuah proyek kelompok di sekolah, beberapa siswa dengan latar belakang suku dan budaya yang berbeda bahu-membahu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Mereka saling berbagi ide, membantu satu sama lain, dan berdiskusi untuk mencapai hasil terbaik. Bentuk interaksi sosial asosiatif yang dominan terjadi dalam kasus ini adalah…
a. Akomodasi
b. Asimilasi
c. Kerjasama
d. Akulturasi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah c. Kerjasama.
Penjelasan:
- Kerjasama: Ciri utamanya adalah adanya usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sama (menyelesaikan proyek kelompok). Mereka aktif berkolaborasi dan saling membantu.
- Akomodasi: Meskipun dalam tim mungkin ada perbedaan pendapat, fokus utama di sini bukan mengatasi pertentangan, melainkan bekerja sama.
- Asimilasi: Asimilasi adalah penyerapan kebudayaan, bukan kolaborasi langsung dalam sebuah tugas.
- Akulturasi: Akulturasi adalah percampuran budaya, yang mungkin terjadi seiring waktu, namun dalam konteks proyek, yang paling terlihat adalah upaya kolaboratif.
Contoh Soal 4:
Sebuah perusahaan multinasional beroperasi di Indonesia dan menerapkan sebagian tradisi lokal dalam operasionalnya, seperti perayaan hari raya keagamaan yang diikuti oleh seluruh karyawan. Namun, perusahaan tersebut tetap mempertahankan sistem manajemen dan nilai-nilai korporatnya. Fenomena ini lebih tepat digolongkan sebagai…
a. Asimilasi
b. Akulturasi
c. Kerjasama
d. Akomodasi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah b. Akulturasi.
Penjelasan:
- Akulturasi: Terjadi ketika dua budaya bertemu dan saling memengaruhi, tetapi masing-masing budaya tetap mempertahankan identitasnya. Perusahaan mengadopsi elemen budaya lokal (perayaan hari raya) tanpa kehilangan identitasnya sebagai perusahaan multinasional (sistem manajemen, nilai korporat).
- Asimilasi: Akan terjadi jika perusahaan secara penuh mengadopsi budaya lokal dan kehilangan identitas aslinya, atau sebaliknya.
- Kerjasama: Fokus pada kolaborasi untuk mencapai tujuan, bukan pada percampuran budaya.
- Akomodasi: Lebih kepada penyesuaian untuk meredakan konflik, bukan percampuran budaya yang positif.
Contoh Soal 5:
Dalam menyelesaikan perselisihan antara dua kelompok yang bertikai, pihak ketiga yang netral mencoba menengahi agar kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang dapat diterima, meskipun mungkin tidak sepenuhnya memuaskan semua pihak. Bentuk interaksi sosial yang terjadi adalah…
a. Asimilasi
b. Akulturasi
c. Kerjasama
d. Akomodasi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah d. Akomodasi.
Penjelasan:
- Akomodasi: Merupakan proses penyesuaian diri guna mengatasi pertentangan. Dalam kasus ini, ada pertentangan antara dua kelompok, dan pihak ketiga berupaya mencari jalan tengah agar tercapai kestabilan. Tujuannya adalah meredakan konflik, bukan menggabungkan kebudayaan atau bekerja sama secara langsung.
C. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif adalah interaksi yang mengarah pada perpecahan atau bahkan konflik. Bentuk-bentuknya meliputi:
- Persaingan (Competition): Individu atau kelompok bersaing untuk mendapatkan sesuatu yang terbatas jumlahnya.
- Kontravensi (Contravention): Suatu bentuk perselisihan yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Seringkali ditandai dengan ketidakpastian, kejutan, atau rasa tidak suka yang disembunyikan.
- Pertentangan/Konflik (Conflict): Interaksi yang bersifat oposisi atau pertentangan, bisa bersifat fisik maupun non-fisik.
Contoh Soal 6:
Dua orang siswa bersaing untuk mendapatkan beasiswa yang hanya tersedia untuk satu orang. Keduanya berusaha keras untuk menunjukkan prestasi terbaik mereka dalam akademis dan non-akademis. Bentuk interaksi sosial disosiatif yang paling tepat menggambarkan situasi ini adalah…
a. Konflik
b. Kontravensi
c. Persaingan
d. Koalisi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah c. Persaingan.
Penjelasan:
- Persaingan: Ditandai dengan adanya usaha untuk meraih sesuatu yang terbatas, di mana pihak yang menang akan mendapatkan apa yang diinginkan. Keduanya berusaha memenangkan beasiswa tanpa harus terjadi pertentangan langsung atau saling menyakiti secara fisik.
- Konflik: Biasanya melibatkan pertentangan yang lebih terbuka dan bisa merusak.
- Kontravensi: Lebih kepada ketidakpastian dan ketidakpuasan yang tersembunyi, bukan kompetisi terbuka untuk sesuatu yang spesifik.
Contoh Soal 7:
Dalam pemilihan ketua OSIS, dua kandidat saling melontarkan kritik pedas terhadap program kerja masing-masing di depan umum, namun belum sampai pada perkelahian fisik atau permusuhan yang mendalam. Situasi ini lebih mengarah pada bentuk interaksi disosiatif berupa…
a. Persaingan
b. Kontravensi
c. Pertentangan/Konflik
d. Kerjasama
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah b. Kontravensi.
Penjelasan:
- Kontravensi: Seringkali melibatkan gejala-gejala pertentangan seperti menyangkal, merendahkan, menyindir, atau mengumumkan ketidakpuasan secara terbuka namun belum mencapai tahap konflik terbuka yang destruktif. Kritik pedas dan ketidakpuasan yang diungkapkan di depan umum tanpa sampai pada perkelahian fisik atau permusuhan mendalam cocok dengan deskripsi kontravensi.
- Persaingan: Lebih fokus pada perebutan sesuatu yang terbatas, bukan saling menyerang secara verbal seperti ini.
- Pertentangan/Konflik: Biasanya lebih intens dan bisa melibatkan kekerasan atau permusuhan yang nyata.
Contoh Soal 8:
Dua kelompok masyarakat di sebuah desa berselisih paham mengenai batas tanah warisan. Perselisihan ini berlarut-larut dan memicu ketegangan yang meningkat, bahkan beberapa kali terjadi adu mulut dan ancaman. Bentuk interaksi sosial disosiatif yang paling menggambarkan situasi ini adalah…
a. Kerjasama
b. Akomodasi
c. Pertentangan/Konflik
d. Asimilasi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah c. Pertentangan/Konflik.
Penjelasan:
- Pertentangan/Konflik: Ditandai dengan adanya perselisihan yang jelas, ketegangan yang meningkat, adu mulut, dan ancaman. Ini adalah bentuk interaksi disosiatif yang paling tinggi intensitasnya, mengarah pada perpecahan.
- Kerjasama, Akomodasi, Asimilasi: Merupakan bentuk interaksi asosiatif yang berlawanan dengan konflik.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya interaksi sosial, antara lain:
- Imitasi (Imitation): Meniru sikap, tingkah laku, atau penampilan orang lain.
- Sugesti (Suggestion): Pengaruh yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain sehingga pihak lain tersebut mengikuti pandangan atau perasaan pihak yang memberi pengaruh.
- Identifikasi (Identification): Keinginan seseorang untuk menjadi sama atau serupa dengan orang lain.
- Simpati (Sympathy): Perasaan tertarik yang timbul pada diri seseorang terhadap orang lain atau kelompok.
Contoh Soal 9:
Seorang anak kecil sering meniru cara bicara dan gaya berpakaian idolanya yang ia lihat di televisi. Perilaku ini merupakan contoh dari faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, yaitu…
a. Sugesti
b. Identifikasi
c. Imitasi
d. Simpati
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah c. Imitasi.
Penjelasan:
- Imitasi: Perilaku meniru secara langsung tindakan atau penampilan orang lain. Anak tersebut secara langsung meniru idolanya.
- Sugesti: Lebih kepada pengaruh psikologis tanpa harus meniru secara fisik.
- Identifikasi: Keinginan menjadi sama secara mendalam, bukan hanya meniru perilaku sesaat.
- Simpati: Perasaan tertarik dan peduli, bukan tindakan meniru.
Contoh Soal 10:
Ketika seorang pemimpin kampanye politik menyampaikan pidato yang berapi-api dan penuh semangat, banyak pendengarnya merasa terpengaruh dan ikut merasakan antusiasme yang sama, bahkan sampai mengadopsi pandangan politik pemimpin tersebut. Pengaruh yang terjadi ini adalah contoh dari…
a. Identifikasi
b. Simpati
c. Imitasi
d. Sugesti
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah d. Sugesti.
Penjelasan:
- Sugesti: Adanya pengaruh yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain sehingga pihak lain tersebut mengikuti pandangan atau perasaan yang diberikan. Pidato yang berapi-api memberikan pengaruh psikologis kepada pendengar.
- Identifikasi: Jika pendengar mulai menganggap diri mereka sama dengan pemimpin tersebut.
- Simpati: Jika pendengar hanya merasa tertarik atau iba.
- Imitasi: Jika pendengar meniru gaya bicara atau gestur pemimpin.
E. Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial
Interaksi sosial yang berulang dan terorganisir dalam masyarakat dapat membentuk norma, nilai, dan aturan yang kemudian menjadi dasar bagi pembentukan lembaga sosial. Lembaga sosial adalah sistem yang mengatur hubungan antarmanusia dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok.
Contoh Soal 11:
Masyarakat yang sering melakukan musyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama, secara perlahan akan membentuk sebuah norma dan aturan tentang bagaimana cara bermusyawarah yang baik. Norma dan aturan ini, jika mengakar kuat, dapat menjadi cikal bakal dari pembentukan lembaga sosial seperti…
a. Pasar
b. Keluarga
c. Peradilan
d. Lembaga Musyawarah (sebagai sebuah bentuk formal)
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah d. Lembaga Musyawarah (sebagai sebuah bentuk formal).
Penjelasan:
- Proses musyawarah yang terus-menerus dan terorganisir akan mengarah pada pembentukan aturan dan prosedur yang menjadi landasan lembaga formal yang fokus pada musyawarah.
- Pasar, Keluarga, dan Peradilan adalah lembaga sosial, namun konteks soal secara spesifik mengarah pada pembentukan lembaga yang berakar dari praktik musyawarah.
F. Mobilitas Sosial dan Dampaknya Terhadap Interaksi Sosial
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya. Mobilitas sosial dapat memengaruhi interaksi sosial karena dapat mengubah pola hubungan, status, dan bahkan norma yang diikuti oleh individu.
Contoh Soal 12:
Seorang individu yang berhasil meningkatkan status sosialnya dari keluarga miskin menjadi pengusaha sukses, mungkin akan mengalami perubahan dalam pola interaksi sosialnya. Ia bisa saja berinteraksi dengan kelompok sosial yang lebih tinggi dengan norma dan gaya hidup yang berbeda. Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial dapat memengaruhi…
a. Pembentukan lembaga sosial
b. Bentuk-bentuk interaksi sosial
c. Faktor-faktor pendorong interaksi sosial
d. Gejala-gejala kontravensi
Pembahasan:
Jawaban yang tepat adalah b. Bentuk-bentuk interaksi sosial.
Penjelasan:
- Perubahan status sosial akibat mobilitas sosial secara langsung mengubah lingkungan sosial individu, sehingga memengaruhi siapa saja yang berinteraksi dengannya, bagaimana interaksi itu terjadi (apakah menjadi lebih formal, informal, kerjasama, atau bahkan potensi konflik baru), dan norma-norma yang berlaku dalam interaksi tersebut.
Penutup
Memahami dinamika interaksi sosial adalah kunci untuk memahami bagaimana masyarakat berfungsi dan bagaimana kita sebagai individu dapat beradaptasi serta berkontribusi di dalamnya. Dengan mempelajari contoh-contoh soal dan pembahasannya, diharapkan Anda dapat memperdalam pemahaman materi IPS Kelas 9 Bab 2. Teruslah berlatih dan mencari referensi tambahan agar semakin mahir dalam menguasai materi ini. Ingatlah, interaksi sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.
>