
Mengintip Kunci Sukses UKK Matematika Kelas XI Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal
Ujian Kenaikan Kelas (UKK) merupakan momen krusial bagi siswa Kelas XI. Di dalamnya, pemahaman mendalam terhadap materi yang telah dipelajari selama semester 2 akan diuji. Matematika, sebagai salah satu mata pelajaran fundamental, seringkali menjadi fokus utama dalam evaluasi ini. Mempersiapkan diri dengan baik adalah kunci untuk meraih hasil yang optimal. Artikel ini akan mengupas tuntas contoh-contoh soal UKK Matematika Kelas XI Semester 2, dilengkapi dengan penjelasan mendalam, strategi penyelesaian, dan tips jitu agar Anda siap menghadapi ujian dengan percaya diri.
Semester 2 Kelas XI umumnya mencakup topik-topik penting yang membangun pemahaman matematis siswa. Materi-materi ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan analisis, penalaran logis, dan pemecahan masalah. Memahami setiap konsep secara menyeluruh, bukan sekadar menghafal rumus, adalah kunci utama keberhasilan.
Topik-Topik Kunci dalam UKK Matematika Kelas XI Semester 2

Sebelum menyelami contoh soal, mari kita tinjau kembali topik-topik utama yang biasanya muncul dalam UKK Matematika Kelas XI Semester 2. Cakupan materi dapat sedikit bervariasi antar kurikulum atau sekolah, namun secara umum, topik-topik berikut adalah yang paling sering diujikan:
- Statistika Inferensial (Lanjutan): Meliputi konsep seperti ukuran pemusatan data (mean, median, modus) pada data berkelompok, ukuran penyebaran data (jangkauan, kuartil, desil, persentil, simpangan baku, variansi), serta interpretasi dari ukuran-ukuran tersebut.
- Peluang: Mencakup kaidah pencacahan (aturan perkalian, permutasi, kombinasi), peluang kejadian tunggal, peluang kejadian majemuk (saling lepas, tidak saling lepas, saling bebas, bersyarat), serta distribusi peluang binomial.
- Trigonometri (Lanjutan): Meliputi identitas trigonometri, persamaan trigonometri, dan aplikasi trigonometri dalam kehidupan nyata (misalnya, menghitung tinggi objek, jarak antar objek).
- Geometri Dimensi Tiga: Meliputi konsep jarak titik ke titik, titik ke garis, titik ke bidang, garis ke garis, garis ke bidang, dan bidang ke bidang dalam ruang tiga dimensi.
- Limit Fungsi: Pengertian limit, limit fungsi aljabar di tak hingga, limit fungsi trigonometri, serta sifat-sifat limit.
- Turunan Fungsi: Pengertian turunan, aturan-aturan turunan (turunan fungsi aljabar, trigonometri, eksponen, logaritma), serta aplikasi turunan (menentukan gradien garis singgung, nilai maksimum/minimum, laju perubahan).
Memahami setiap topik ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang perlu Anda kuasai. Sekarang, mari kita bedah contoh soalnya.
Contoh Soal UKK Matematika Kelas XI Semester 2 Beserta Pembahasannya
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, kita akan menyajikan contoh soal dari berbagai topik utama. Setiap soal akan diikuti dengan langkah-langkah penyelesaian yang detail dan tips yang relevan.
Soal 1: Statistika Inferensial (Data Berkelompok)
Soal:
Dari data hasil wawancara terhadap 50 siswa mengenai waktu belajar mereka dalam sehari (dalam jam), diperoleh tabel distribusi frekuensi berikut:
| Waktu Belajar (jam) | Frekuensi |
|---|---|
| 0 – 2 | 5 |
| 3 – 5 | 12 |
| 6 – 8 | 18 |
| 9 – 11 | 10 |
| 12 – 14 | 5 |
Tentukanlah mean dan simpangan baku dari data tersebut!
Pembahasan:
a. Menghitung Mean Data Berkelompok
Rumus mean untuk data berkelompok adalah:
$$ barx = fracsum (f_i cdot x_i)sum f_i $$
dimana $f_i$ adalah frekuensi kelas ke-i dan $x_i$ adalah titik tengah kelas ke-i.
Langkah-langkah:
-
Tentukan titik tengah ( $x_i$ ) setiap kelas:
- Kelas 0-2: $x_1 = (0+2)/2 = 1$
- Kelas 3-5: $x_2 = (3+5)/2 = 4$
- Kelas 6-8: $x_3 = (6+8)/2 = 7$
- Kelas 9-11: $x_4 = (9+11)/2 = 10$
- Kelas 12-14: $x_5 = (12+14)/2 = 13$
-
Hitung hasil perkalian $f_i cdot x_i$ untuk setiap kelas:
- $f_1 cdot x_1 = 5 cdot 1 = 5$
- $f_2 cdot x_2 = 12 cdot 4 = 48$
- $f_3 cdot x_3 = 18 cdot 7 = 126$
- $f_4 cdot x_4 = 10 cdot 10 = 100$
- $f_5 cdot x_5 = 5 cdot 13 = 65$
-
Jumlahkan semua hasil perkalian $f_i cdot x_i$:
$ sum (f_i cdot x_i) = 5 + 48 + 126 + 100 + 65 = 344 $ -
Jumlahkan semua frekuensi ( $ sum f_i $ ):
$ sum f_i = 5 + 12 + 18 + 10 + 5 = 50 $ (sesuai dengan soal) -
Hitung mean:
$ barx = frac34450 = 6.88 $ jam
b. Menghitung Simpangan Baku Data Berkelompok
Rumus simpangan baku (s) untuk data berkelompok adalah:
$$ s = sqrtfracsum f_i (x_i – barx)^2sum f_i – 1 $$
atau
$$ s = sqrtfracsum f_i x_i^2sum f_i – barx^2 $$
Kita akan menggunakan rumus kedua karena lebih efisien setelah menghitung mean.
Langkah-langkah:
-
Hitung $x_i^2$ untuk setiap kelas:
- $x_1^2 = 1^2 = 1$
- $x_2^2 = 4^2 = 16$
- $x_3^2 = 7^2 = 49$
- $x_4^2 = 10^2 = 100$
- $x_5^2 = 13^2 = 169$
-
Hitung hasil perkalian $f_i cdot x_i^2$ untuk setiap kelas:
- $f_1 cdot x_1^2 = 5 cdot 1 = 5$
- $f_2 cdot x_2^2 = 12 cdot 16 = 192$
- $f_3 cdot x_3^2 = 18 cdot 49 = 882$
- $f_4 cdot x_4^2 = 10 cdot 100 = 1000$
- $f_5 cdot x_5^2 = 5 cdot 169 = 845$
-
Jumlahkan semua hasil perkalian $f_i cdot x_i^2$:
$ sum f_i x_i^2 = 5 + 192 + 882 + 1000 + 845 = 2924 $ -
Hitung simpangan baku:
$ s = sqrtfrac292450 – (6.88)^2 $
$ s = sqrt58.48 – 47.3344 $
$ s = sqrt11.1456 $
$ s approx 3.34 $ jam
Jadi, mean waktu belajar adalah 6.88 jam dan simpangan bakunya adalah sekitar 3.34 jam.
Tips: Selalu perhatikan apakah soal meminta simpangan baku dari populasi ($sigma$) atau sampel (s). Dalam konteks data seperti ini, seringkali yang dimaksud adalah simpangan baku sampel. Pastikan Anda menggunakan pembagi $sum f_i – 1$ jika itu adalah simpangan baku sampel.
Soal 2: Peluang (Kombinasi dan Kejadian Majemuk)
Soal:
Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 3 bola biru, dan 2 bola hijau. Jika diambil 3 bola sekaligus secara acak, tentukan peluang terambilnya:
a. Ketiga bola berwarna merah.
b. Dua bola berwarna merah dan satu bola berwarna biru.
c. Paling tidak satu bola berwarna hijau.
Pembahasan:
a. Peluang Ketiga Bola Berwarna Merah
Pertama, kita hitung jumlah total cara mengambil 3 bola dari 10 bola (5 merah + 3 biru + 2 hijau). Ini adalah masalah kombinasi karena urutan pengambilan tidak penting.
Jumlah total kombinasi = $C(n, k) = fracn!k!(n-k)!$
Total cara mengambil 3 bola dari 10 bola: $C(10, 3) = frac10!3!(10-3)! = frac10!3!7! = frac10 times 9 times 83 times 2 times 1 = 10 times 3 times 4 = 120$ cara.
Selanjutnya, kita hitung jumlah cara mengambil 3 bola berwarna merah dari 5 bola merah yang tersedia.
Jumlah cara mengambil 3 bola merah = $C(5, 3) = frac5!3!(5-3)! = frac5!3!2! = frac5 times 42 times 1 = 10$ cara.
Peluang terambilnya ketiga bola berwarna merah adalah:
$P(text3 merah) = fractextJumlah cara mengambil 3 bola merahtextTotal cara mengambil 3 bola = frac10120 = frac112$
b. Peluang Dua Bola Berwarna Merah dan Satu Bola Berwarna Biru
Jumlah cara mengambil 2 bola merah dari 5 bola merah: $C(5, 2) = frac5!2!(5-2)! = frac5!2!3! = frac5 times 42 times 1 = 10$ cara.
Jumlah cara mengambil 1 bola biru dari 3 bola biru: $C(3, 1) = frac3!1!(3-1)! = frac3!1!2! = 3$ cara.
Karena kedua kejadian ini harus terjadi bersamaan (mengambil 2 merah dan 1 biru), kita kalikan jumlah caranya:
Jumlah cara mengambil 2 merah dan 1 biru = $C(5, 2) times C(3, 1) = 10 times 3 = 30$ cara.
Peluang terambilnya dua bola merah dan satu bola biru adalah:
$P(text2 merah, 1 biru) = frac30120 = frac14$
c. Peluang Paling Tidak Satu Bola Berwarna Hijau
Frasa "paling tidak satu" berarti bisa satu hijau, dua hijau, atau bahkan tiga hijau (jika memungkinkan). Menghitung ketiga kasus ini secara langsung bisa memakan waktu. Pendekatan yang lebih mudah adalah menggunakan konsep peluang komplemen.
Peluang "paling tidak satu hijau" = 1 – Peluang "tidak ada bola hijau".
Untuk menghitung peluang "tidak ada bola hijau", kita perlu menghitung jumlah cara mengambil 3 bola dari bola yang bukan hijau. Bola yang bukan hijau adalah bola merah (5) dan bola biru (3), sehingga total ada 8 bola.
Jumlah cara mengambil 3 bola tanpa hijau = $C(8, 3) = frac8!3!(8-3)! = frac8!3!5! = frac8 times 7 times 63 times 2 times 1 = 8 times 7 = 56$ cara.
Peluang tidak ada bola hijau adalah:
$P(texttidak ada hijau) = frac56120 = frac715$
Sekarang, kita hitung peluang paling tidak satu hijau:
$P(textpaling tidak satu hijau) = 1 – P(texttidak ada hijau) = 1 – frac715 = frac1515 – frac715 = frac815$
Jadi, peluang terambilnya:
a. Ketiga bola berwarna merah adalah $ frac112 $.
b. Dua bola berwarna merah dan satu bola berwarna biru adalah $ frac14 $.
c. Paling tidak satu bola berwarna hijau adalah $ frac815 $.
Tips: Gunakan kombinasi ($C(n,k)$) ketika urutan tidak penting, dan permutasi ($P(n,k)$) ketika urutan penting. Untuk soal peluang, selalu tentukan ruang sampel (total kemungkinan) dan kejadian yang diinginkan. Konsep peluang komplemen sangat berguna untuk soal yang menggunakan frasa seperti "paling tidak satu".
Soal 3: Trigonometri (Identitas dan Persamaan)
Soal:
a. Buktikan identitas trigonometri berikut: $ fracsin x1 + cos x + frac1 + cos xsin x = 2 csc x $
b. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan trigonometri $ 2 sin x – 1 = 0 $ untuk $ 0^circ le x le 360^circ $.
Pembahasan:
a. Pembuktian Identitas Trigonometri
Kita akan membuktikan identitas ini dengan memanipulasi salah satu sisi hingga sama dengan sisi lainnya. Mari kita mulai dengan sisi kiri.
Sisi Kiri: $ fracsin x1 + cos x + frac1 + cos xsin x $
Langkah 1: Samakan penyebutnya. Penyebut bersama adalah $ (1 + cos x)(sin x) $.
$ = fracsin x cdot sin x(1 + cos x)(sin x) + frac(1 + cos x)(1 + cos x)(1 + cos x)(sin x) $
$ = fracsin^2 x + (1 + cos x)^2(1 + cos x)(sin x) $
Langkah 2: Jabarkan $(1 + cos x)^2$.
$ = fracsin^2 x + (1 + 2 cos x + cos^2 x)(1 + cos x)(sin x) $
Langkah 3: Gunakan identitas $ sin^2 x + cos^2 x = 1 $.
$ = frac1 + 1 + 2 cos x(1 + cos x)(sin x) $
$ = frac2 + 2 cos x(1 + cos x)(sin x) $
Langkah 4: Faktorkan 2 dari pembilang.
$ = frac2(1 + cos x)(1 + cos x)(sin x) $
Langkah 5: Sederhanakan dengan mencoret $(1 + cos x)$ dari pembilang dan penyebut.
$ = frac2sin x $
Langkah 6: Gunakan definisi $ csc x = frac1sin x $.
$ = 2 csc x $
Ini sama dengan sisi kanan. Jadi, identitas terbukti.
b. Himpunan Penyelesaian Persamaan Trigonometri
Persamaan: $ 2 sin x – 1 = 0 $
$ 2 sin x = 1 $
$ sin x = frac12 $
Kita mencari nilai $x$ dalam interval $ 0^circ le x le 360^circ $ yang memenuhi $ sin x = frac12 $.
Kita tahu bahwa nilai sinus positif berada di Kuadran I dan Kuadran II.
- Kuadran I: Sudut acuan untuk $ sin x = frac12 $ adalah $ 30^circ $. Jadi, $ x_1 = 30^circ $.
- Kuadran II: Sudut di kuadran II yang memiliki nilai sinus sama adalah $ 180^circ – textsudut acuan $.
$ x_2 = 180^circ – 30^circ = 150^circ $.
Kedua nilai ini berada dalam interval $ 0^circ le x le 360^circ $.
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah $ 30^circ, 150^circ $.
Tips: Untuk pembuktian identitas, Anda bisa mulai dari sisi kiri, sisi kanan, atau kedua sisi secara terpisah sampai bertemu di titik yang sama. Ingat identitas-identitas dasar seperti $ sin^2 x + cos^2 x = 1 $, $ sec x = frac1cos x $, $ csc x = frac1sin x $, $ cot x = frac1tan x $. Untuk persamaan trigonometri, tentukan kuadran tempat solusi berada dan gunakan sudut acuan.
Soal 4: Geometri Dimensi Tiga
Soal:
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan jarak antara:
a. Titik A ke titik G.
b. Titik A ke garis FG.
c. Titik A ke bidang EFGH.
Pembahasan:
a. Jarak Titik A ke Titik G
Jarak titik A ke titik G adalah panjang diagonal ruang kubus.
Kita bisa menggunakan teorema Pythagoras dua kali.
Pertama, cari panjang diagonal bidang AC:
$ AC^2 = AB^2 + BC^2 $
$ AC^2 = 6^2 + 6^2 = 36 + 36 = 72 $
$ AC = sqrt72 = 6sqrt2 $ cm.
Kedua, gunakan segitiga siku-siku ACG untuk mencari AG:
$ AG^2 = AC^2 + CG^2 $
$ AG^2 = (6sqrt2)^2 + 6^2 $
$ AG^2 = 72 + 36 = 108 $
$ AG = sqrt108 = sqrt36 times 3 = 6sqrt3 $ cm.
Atau, kita bisa langsung menggunakan rumus diagonal ruang kubus dengan rusuk $a$: $d = asqrt3$.
$ AG = 6sqrt3 $ cm.
b. Jarak Titik A ke Garis FG
Jarak titik A ke garis FG adalah panjang garis tegak lurus dari A ke FG.
Perhatikan bahwa garis FG sejajar dengan garis AB dan garis DC.
Jarak terpendek dari titik A ke garis FG adalah sama dengan jarak dari titik A ke titik F (atau A ke G, tapi FG lebih dekat).
Dalam hal ini, jarak dari A ke garis FG adalah sama dengan panjang rusuk AE atau BF, yaitu 6 cm. Garis AF adalah garis yang tegak lurus dengan FG di titik F jika kita memproyeksikan A ke garis yang memuat FG. Namun, jika kita melihat pada bidang ABFE, garis AF merupakan diagonal bidang. Jarak terpendek dari A ke garis FG adalah jarak dari A ke F, karena AFEG membentuk persegi panjang.
Jika kita membayangkan dari sudut pandang tegak lurus, jarak dari titik A ke garis FG sama dengan jarak dari titik A ke titik F, yang merupakan panjang diagonal bidang ABFE.
$ AF^2 = AB^2 + BF^2 = 6^2 + 6^2 = 72 $
$ AF = 6sqrt2 $ cm.
Namun, definisi jarak titik ke garis adalah panjang garis tegak lurus dari titik ke garis. Dalam kubus, garis FG sejajar dengan AB. Jarak dari A ke FG adalah sama dengan jarak dari A ke garis yang sejajar FG yang berada pada bidang yang sama dengan A dan FG, atau jarak tegak lurus pada proyeksi.
Mari kita proyeksikan A ke bidang dasar EFGH. Titik A berada di atas titik E. Garis FG berada di bidang EFGH. Jarak dari A ke garis FG adalah sama dengan jarak dari titik E ke garis FG. Jarak dari E ke FG adalah panjang rusuk EF, yaitu 6 cm.
Jadi, jarak titik A ke garis FG adalah 6 cm.
c. Jarak Titik A ke Bidang EFGH
Titik A berada pada bidang atas ABCD. Bidang EFGH adalah bidang alas kubus.
Jarak antara titik A dan bidang EFGH adalah panjang garis tegak lurus dari A ke bidang EFGH.
Garis AE tegak lurus terhadap bidang EFGH.
Oleh karena itu, jarak titik A ke bidang EFGH adalah sama dengan panjang rusuk AE.
Jadi, jarak titik A ke bidang EFGH adalah 6 cm.
Tips: Visualisasi adalah kunci dalam soal geometri dimensi tiga. Gambarlah kubus atau balok dengan jelas dan beri label pada titik-titiknya. Gunakan teorema Pythagoras untuk mencari jarak, dan ingat definisi jarak titik ke garis (garis tegak lurus terpendek) dan jarak titik ke bidang (garis tegak lurus terpendek).
Soal 5: Limit Fungsi
Soal:
Tentukan nilai dari:
a. $ limx to 2 (x^2 – 3x + 5) $
b. $ limx to infty frac3x^3 – 2x + 1x^3 + x^2 – 5 $
c. $ lim_x to 0 fracsin(4x)2x $
Pembahasan:
a. Limit Fungsi Polinomial
Untuk fungsi polinomial, kita bisa langsung substitusikan nilai $x$ yang dituju ke dalam fungsi, karena fungsi polinomial kontinu di setiap titik.
$ lim_x to 2 (x^2 – 3x + 5) = (2)^2 – 3(2) + 5 $
$ = 4 – 6 + 5 $
$ = 3 $
b. Limit Fungsi Aljabar di Tak Hingga
Untuk limit fungsi rasional di tak hingga, kita bagi setiap suku di pembilang dan penyebut dengan pangkat tertinggi dari $x$ di penyebut. Pangkat tertinggi $x$ di penyebut adalah $x^3$.
$ limx to infty frac3x^3 – 2x + 1x^3 + x^2 – 5 = limx to infty fracfrac3x^3x^3 – frac2xx^3 + frac1x^3fracx^3x^3 + fracx^2x^3 – frac5x^3 $
$ = lim_x to infty frac3 – frac2x^2 + frac1x^31 + frac1x – frac5x^3 $
Ketika $x to infty$, suku-suku yang memiliki $x$ di penyebut akan mendekati 0.
$ = frac3 – 0 + 01 + 0 – 0 $
$ = frac31 $
$ = 3 $
c. Limit Fungsi Trigonometri
Kita akan menggunakan sifat dasar limit trigonometri $ limtheta to 0 fracsin thetatheta = 1 $.
$ limx to 0 fracsin(4x)2x $
Kita bisa memanipulasi agar bentuknya sesuai dengan sifat dasar tersebut.
$ = limx to 0 fracsin(4x)2x times frac44 $ (mengalikan dengan 4/4)
$ = limx to 0 fracsin(4x)4x times frac42 $
$ = lim_x to 0 fracsin(4x)4x times 2 $
Misalkan $ theta = 4x $. Ketika $x to 0$, maka $ theta to 0 $.
$ = left( lim_theta to 0 fracsin thetatheta right) times 2 $
$ = 1 times 2 $
$ = 2 $
Jadi, nilai limitnya adalah:
a. 3
b. 3
c. 2
Tips: Untuk limit fungsi aljabar, substitusi langsung adalah langkah pertama. Jika menghasilkan bentuk tak tentu ($0/0$ atau $infty/infty$), gunakan pemfaktoran, perkalian sekawan, atau aturan L’Hopital (jika sudah diajarkan). Untuk limit di tak hingga, fokus pada suku dengan pangkat tertinggi. Untuk limit fungsi trigonometri, kenali dan gunakan sifat-sifat dasar limit trigonometri.
Soal 6: Turunan Fungsi
Soal:
a. Tentukan turunan pertama dari fungsi $ f(x) = (3x^2 – 5x + 1)^4 $.
b. Tentukan gradien garis singgung kurva $ y = x^3 – 2x^2 + x – 7 $ di titik yang berabsis $ x = 1 $.
c. Tentukan nilai maksimum dan minimum lokal dari fungsi $ f(x) = x^3 – 6x^2 + 5 $.
Pembahasan:
a. Turunan Fungsi Pangkat (Aturan Rantai)
Kita gunakan aturan rantai: Jika $ f(x) = ^n $, maka $ f'(x) = n^n-1 cdot u'(x) $.
Di sini, $ u(x) = 3x^2 – 5x + 1 $ dan $ n = 4 $.
Pertama, cari turunan dari $ u(x) $:
$ u'(x) = fracddx(3x^2 – 5x + 1) = 6x – 5 $.
Sekarang, terapkan aturan rantai:
$ f'(x) = 4(3x^2 – 5x + 1)^4-1 cdot (6x – 5) $
$ f'(x) = 4(3x^2 – 5x + 1)^3 (6x – 5) $
b. Gradien Garis Singgung
Gradien garis singgung sebuah kurva di suatu titik sama dengan nilai turunan pertama fungsi tersebut di titik itu.
Diberikan $ y = x^3 – 2x^2 + x – 7 $.
Turunan pertamanya adalah:
$ fracdydx = 3x^2 – 4x + 1 $.
Kita ingin mencari gradien di titik berabsis $ x = 1 $. Substitusikan $ x = 1 $ ke dalam turunan pertama:
Gradien $ (m) = 3(1)^2 – 4(1) + 1 $
$ m = 3 – 4 + 1 $
$ m = 0 $
Jadi, gradien garis singgung kurva di titik $ x = 1 $ adalah 0. (Ini berarti garis singgungnya horizontal).
c. Nilai Maksimum dan Minimum Lokal
Untuk mencari nilai maksimum dan minimum lokal, kita perlu mencari titik kritis dengan menurunkan fungsi dan menyamakan turunannya dengan nol.
$ f(x) = x^3 – 6x^2 + 5 $
Turunan pertama:
$ f'(x) = 3x^2 – 12x $
Samakan $ f'(x) = 0 $:
$ 3x^2 – 12x = 0 $
$ 3x(x – 4) = 0 $
Maka, titik kritisnya adalah $ x = 0 $ dan $ x = 4 $.
Sekarang kita perlu menentukan apakah titik-titik ini adalah maksimum atau minimum lokal. Kita bisa menggunakan turunan kedua.
Turunan kedua:
$ f”(x) = 6x – 12 $
Evaluasi $ f”(x) $ di titik kritis:
-
Untuk $ x = 0 $:
$ f”(0) = 6(0) – 12 = -12 $. Karena $ f”(0) < 0 $, maka $ x = 0 $ adalah titik maksimum lokal.
Nilai maksimum lokalnya adalah $ f(0) = (0)^3 – 6(0)^2 + 5 = 5 $. -
Untuk $ x = 4 $:
$ f”(4) = 6(4) – 12 = 24 – 12 = 12 $. Karena $ f”(4) > 0 $, maka $ x = 4 $ adalah titik minimum lokal.
Nilai minimum lokalnya adalah $ f(4) = (4)^3 – 6(4)^2 + 5 = 64 – 6(16) + 5 = 64 – 96 + 5 = -27 $.
Jadi, nilai maksimum lokal adalah 5 (pada $ x=0 $) dan nilai minimum lokal adalah -27 (pada $ x=4 $).
Tips: Kuasai aturan-aturan turunan dasar (pangkat, perkalian, pembagian, rantai). Untuk mencari gradien, cukup hitung turunan pertama dan substitusikan nilai $x$. Untuk nilai maksimum/minimum, cari titik kritis lalu gunakan uji turunan kedua atau analisis perubahan tanda turunan pertama.
Strategi Jitu Menghadapi UKK Matematika
Selain memahami contoh soal, memiliki strategi belajar yang efektif sangatlah penting. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Usahakan untuk memahami mengapa suatu rumus bekerja dan bagaimana konsepnya saling terkait.
- Latihan Soal Beragam: Kerjakan berbagai jenis soal dari setiap topik. Semakin banyak variasi soal yang Anda temui, semakin siap Anda menghadapi soal-soal yang mungkin muncul di UKK.
- Buat Catatan Ringkas: Buatlah rangkuman materi, rumus-rumus penting, dan contoh soal yang menurut Anda sulit. Catatan ini akan sangat membantu saat Anda melakukan revisi.
- Diskusi dengan Teman: Belajar bersama teman bisa sangat efektif. Anda bisa saling menjelaskan materi yang sulit dipahami dan berbagi cara pandang dalam menyelesaikan soal.
- Manfaatkan Sumber Belajar: Gunakan buku teks, modul, internet, atau tanyakan kepada guru jika ada materi yang kurang dipahami.
- Simulasikan Ujian: Coba kerjakan soal-soal latihan dalam kondisi waktu terbatas, seolah-olah Anda sedang menghadapi ujian sebenarnya. Ini akan membantu Anda mengelola waktu dengan lebih baik.
- Istirahat yang Cukup: Jangan memaksakan diri belajar hingga larut malam. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup agar otak dapat berfungsi optimal.
- Percaya Diri: Yakinlah pada kemampuan Anda. Persiapan yang matang akan membawa Anda pada hasil yang memuaskan.
Penutup
UKK Matematika Kelas XI Semester 2 adalah kesempatan emas untuk menunjukkan penguasaan Anda terhadap materi yang telah dipelajari. Dengan memahami contoh-contoh soal yang telah dibahas, menguasai konsep dasar, dan menerapkan strategi belajar yang efektif, Anda akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian. Ingatlah bahwa konsistensi dan ketekunan adalah kunci utama keberhasilan. Selamat belajar dan semoga sukses dalam UKK Anda!