
Menaklukkan Ujian Akhir Semester: Contoh Soal UKK Matematika Kelas X Semester 2
Ujian Kenaikan Kelas (UKK) merupakan momen krusial bagi siswa kelas X untuk menunjukkan penguasaan materi yang telah dipelajari selama semester 2. Matematika, sebagai salah satu mata pelajaran fundamental, seringkali menjadi perhatian utama. Memahami jenis-jenis soal yang mungkin muncul dan bagaimana cara menyelesaikannya adalah kunci untuk meraih hasil yang optimal. Artikel ini akan membahas secara mendalam beberapa contoh soal UKK Matematika Kelas X Semester 2, lengkap dengan penjelasan dan strategi penyelesaiannya, dengan harapan dapat membantu para siswa mempersiapkan diri dengan lebih percaya diri.
Semester 2 untuk kelas X umumnya mencakup topik-topik penting seperti Trigonometri, Geometri Dimensi Dua dan Tiga, serta Statistika dan Peluang. Mari kita bedah satu per satu contoh soal dari setiap topik tersebut.

Bagian 1: Trigonometri – Memahami Sudut dan Perbandingan
Trigonometri adalah cabang matematika yang mempelajari hubungan antara sisi dan sudut dalam segitiga. Di kelas X, fokus utamanya adalah pada perbandingan trigonometri dasar (sinus, cosinus, tangen) dan penerapannya.
Contoh Soal 1: Menghitung Tinggi Pohon
Seorang pengamat berdiri di tanah dan melihat puncak sebuah pohon dengan sudut elevasi 30 derajat. Jika jarak pengamat ke pangkal pohon adalah 20 meter, berapakah tinggi pohon tersebut? (Gunakan $sqrt3 approx 1.732$)
Pembahasan:
Soal ini adalah aplikasi langsung dari konsep tangen dalam trigonometri. Kita dapat memvisualisasikan situasi ini sebagai segitiga siku-siku, di mana:
- Tinggi pohon adalah sisi depan (depan sudut elevasi).
- Jarak pengamat ke pangkal pohon adalah sisi samping (samping sudut elevasi).
- Sudut elevasi adalah 30 derajat.
Rumus tangen adalah:
$tan(textsudut) = fractextsisi depantextsisi samping$
Dalam kasus ini:
$tan(30^circ) = fractexttinggi pohon20 text meter$
Kita tahu bahwa nilai $tan(30^circ) = frac1sqrt3$.
Maka, persamaannya menjadi:
$frac1sqrt3 = fractexttinggi pohon20$
Untuk mencari tinggi pohon, kita kalikan kedua sisi dengan 20:
$texttinggi pohon = 20 times frac1sqrt3 = frac20sqrt3$ meter
Untuk menghilangkan akar di penyebut, kita kalikan pembilang dan penyebut dengan $sqrt3$:
$texttinggi pohon = frac20 sqrt33$ meter
Menggunakan nilai $sqrt3 approx 1.732$:
$texttinggi pohon approx frac20 times 1.7323 = frac34.643 approx 11.55$ meter
Strategi Penyelesaian:
- Gambar Situasi: Selalu visualisasikan masalah dalam bentuk gambar, biasanya segitiga siku-siku.
- Identifikasi Sudut dan Sisi: Tentukan sudut yang diketahui dan sisi mana yang dicari (depan, samping, atau miring) relatif terhadap sudut tersebut.
- Pilih Perbandingan Trigonometri yang Tepat:
- Jika diketahui sisi samping dan dicari sisi depan (atau sebaliknya), gunakan tangen (tan).
- Jika diketahui sisi miring dan dicari sisi depan (atau sebaliknya), gunakan sinus (sin).
- Jika diketahui sisi miring dan dicari sisi samping (atau sebaliknya), gunakan cosinus (cos).
- Gunakan Nilai Perbandingan Trigonometri: Hafalkan atau pahami nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa (0°, 30°, 45°, 60°, 90°).
- Selesaikan Persamaan: Lakukan perhitungan aljabar untuk menemukan nilai yang tidak diketahui.
Bagian 2: Geometri Dimensi Dua – Lingkaran dan Garis Singgung
Geometri dimensi dua mencakup berbagai bentuk, dan lingkaran adalah salah satu yang paling sering diujikan. Konsep seperti jari-jari, diameter, luas, keliling, serta garis singgung seringkali muncul.
Contoh Soal 2: Luas Tembereng Lingkaran
Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 14 cm. Sebuah juring pada lingkaran tersebut memiliki sudut pusat 90 derajat. Hitunglah luas tembereng yang dibentuk oleh juring tersebut. (Gunakan $pi approx frac227$)
Pembahasan:
Tembereng adalah daerah yang dibatasi oleh busur lingkaran dan tali busurnya. Luas tembereng dapat dihitung dengan mengurangkan luas segitiga yang dibentuk oleh jari-jari dan tali busur dari luas juring.
-
Luas Juring:
Rumus luas juring adalah:
$textLuas Juring = fractheta360^circ times pi r^2$
Di mana $theta$ adalah sudut pusat juring dan $r$ adalah jari-jari.Dengan $theta = 90^circ$ dan $r = 14$ cm:
$textLuas Juring = frac90^circ360^circ times frac227 times (14 text cm)^2$
$textLuas Juring = frac14 times frac227 times 196 text cm^2$
$textLuas Juring = frac14 times 22 times 28 text cm^2$
$textLuas Juring = 22 times 7 text cm^2 = 154 text cm^2$ -
Luas Segitiga:
Segitiga yang dibentuk oleh dua jari-jari dan tali busur adalah segitiga sama kaki. Karena sudut pusatnya 90 derajat, segitiga ini adalah segitiga siku-siku sama kaki. Sisi-sisi siku-sikunya adalah jari-jari lingkaran.
Rumus luas segitiga siku-siku adalah:
$textLuas Segitiga = frac12 times textalas times texttinggi$Dalam kasus ini, alas dan tinggi adalah jari-jari:
$textLuas Segitiga = frac12 times 14 text cm times 14 text cm$
$textLuas Segitiga = frac12 times 196 text cm^2 = 98 text cm^2$ -
Luas Tembereng:
$textLuas Tembereng = textLuas Juring – textLuas Segitiga$
$textLuas Tembereng = 154 text cm^2 – 98 text cm^2 = 56 text cm^2$
Strategi Penyelesaian:
- Pahami Definisi: Pastikan Anda mengerti apa itu juring dan tembereng.
- Hitung Luas Juring: Gunakan rumus luas juring dengan sudut pusat yang diketahui.
- Hitung Luas Segitiga: Identifikasi jenis segitiga yang terbentuk (biasanya sama kaki atau siku-siku sama kaki jika sudut pusatnya 90 derajat) dan hitung luasnya.
- Lakukan Pengurangan: Luas tembereng adalah selisih antara luas juring dan luas segitiga.
Bagian 3: Geometri Dimensi Tiga – Bangun Ruang dan Jarak
Geometri dimensi tiga melibatkan bangun ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas. Soal-soal seringkali berkaitan dengan volume, luas permukaan, dan jarak antara titik, garis, atau bidang.
Contoh Soal 3: Jarak Titik ke Bidang pada Kubus
Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan jarak dari titik A ke bidang BCGF.
Pembahasan:
Jarak dari sebuah titik ke sebuah bidang adalah panjang garis tegak lurus dari titik tersebut ke bidang.
Dalam kubus ABCD.EFGH:
- Titik A berada di salah satu sudut depan.
- Bidang BCGF adalah salah satu sisi samping kubus.
Perhatikan bahwa sisi BCGF tegak lurus terhadap sisi ABCD (alas) dan sisi ADHE (sisi samping). Titik A berada pada bidang alas ABCD. Bidang BCGF sejajar dengan bidang ADHE.
Untuk mencari jarak dari titik A ke bidang BCGF, kita perlu mencari garis yang tegak lurus dari A ke bidang BCGF. Garis yang paling pendek dari A ke bidang BCGF adalah garis AB, karena AB tegak lurus terhadap bidang BCGF (karena AB tegak lurus BC dan AB tegak lurus BF, dan BC serta BF berada dalam bidang BCGF).
Panjang rusuk kubus adalah 6 cm. Maka, panjang AB adalah 6 cm.
Jadi, jarak dari titik A ke bidang BCGF adalah sama dengan panjang rusuk kubus, yaitu 6 cm.
Contoh Soal 3 (Variasi): Jarak Titik ke Garis pada Kubus
Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan jarak dari titik A ke garis FG.
Pembahasan:
Jarak dari titik A ke garis FG adalah panjang garis tegak lurus dari A ke garis FG.
Perhatikan kubus tersebut. Titik A berada di sudut depan bawah. Garis FG berada di sudut belakang atas.
Garis FG sejajar dengan garis BC dan EH. Garis AB sejajar dengan garis DC, EF, dan HG.
Garis yang tegak lurus dari A ke garis FG adalah garis yang melalui A dan tegak lurus terhadap FG.
Kita bisa membayangkan proyeksi titik A pada bidang EFGH. Proyeksi titik A adalah titik E.
Sekarang, kita perlu mencari jarak dari titik E ke garis FG. Garis EF tegak lurus terhadap garis FG (karena EFGH adalah persegi). Jadi, jarak dari E ke FG adalah panjang EF.
Panjang EF adalah panjang rusuk kubus, yaitu 6 cm.
Jadi, jarak dari titik A ke garis FG adalah 6 cm.
Strategi Penyelesaian:
- Visualisasikan Bangun Ruang: Gambar kubus atau balok dengan jelas, tandai titik dan bidang/garis yang dimaksud.
- Pahami Konsep Jarak: Ingat bahwa jarak adalah panjang garis tegak lurus.
- Gunakan Proyeksi (Jika Perlu): Untuk jarak titik ke bidang atau titik ke garis yang tidak langsung terlihat, gunakan konsep proyeksi. Proyeksikan titik ke bidang atau garis bantu yang lebih mudah dihitung jaraknya.
- Gunakan Teorema Pythagoras: Jika Anda menemukan segitiga siku-siku dalam bangun ruang, teorema Pythagoras sangat berguna untuk menghitung panjang sisi yang tidak diketahui.
- Perhatikan Sifat-sifat Bangun Ruang: Gunakan sifat-sifat seperti rusuk yang saling tegak lurus, diagonal, dan bidang sejajar untuk membantu menemukan solusi.
Bagian 4: Statistika dan Peluang – Mengolah Data dan Menghitung Kemungkinan
Statistika berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data. Peluang mempelajari tentang kemungkinan terjadinya suatu kejadian.
Contoh Soal 4: Modus dari Data Kelompok
Tabel berikut menunjukkan data tinggi badan siswa kelas X:
| Tinggi Badan (cm) | Frekuensi |
|---|---|
| 150 – 154 | 4 |
| 155 – 159 | 8 |
| 160 – 164 | 12 |
| 165 – 169 | 6 |
| 170 – 174 | 2 |
Tentukan modus dari data tinggi badan tersebut.
Pembahasan:
Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam data. Untuk data kelompok, modus dihitung menggunakan rumus:
$Mo = Tb + left(fracd_1d_1 + d_2right) times p$
Di mana:
- $Mo$ = Modus
- $Tb$ = Tepi bawah kelas modus (kelas dengan frekuensi tertinggi)
- $d_1$ = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
- $d_2$ = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya
- $p$ = Panjang kelas (interval)
Langkah-langkah:
- Identifikasi Kelas Modus: Kelas dengan frekuensi tertinggi adalah 160 – 164, dengan frekuensi 12.
- Tentukan $Tb$: Tepi bawah kelas modus = batas bawah kelas – 0.5.
$Tb = 160 – 0.5 = 159.5$ cm. - Tentukan $p$: Panjang kelas = batas atas kelas – batas bawah kelas + 1, atau batas atas kelas berikutnya – batas bawah kelas saat ini.
$p = 154 – 150 + 1 = 5$ cm (atau 155 – 150 = 5). - Tentukan $d_1$: Frekuensi kelas modus (12) – frekuensi kelas sebelumnya (8).
$d_1 = 12 – 8 = 4$. - Tentukan $d_2$: Frekuensi kelas modus (12) – frekuensi kelas sesudahnya (6).
$d_2 = 12 – 6 = 6$. - Hitung Modus:
$Mo = 159.5 + left(frac44 + 6right) times 5$
$Mo = 159.5 + left(frac410right) times 5$
$Mo = 159.5 + 0.4 times 5$
$Mo = 159.5 + 2$
$Mo = 161.5$ cm
Jadi, modus tinggi badan siswa adalah 161.5 cm.
Contoh Soal 5: Peluang Pengambilan Bola
Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 3 bola biru, dan 2 bola hijau. Jika diambil 2 bola secara acak dari kotak tersebut tanpa pengembalian, berapakah peluang terambilnya bola pertama merah dan bola kedua biru?
Pembahasan:
Peluang suatu kejadian adalah perbandingan jumlah kejadian yang diinginkan dengan jumlah seluruh kemungkinan kejadian.
Kejadian 1: Pengambilan bola pertama merah.
- Jumlah bola merah = 5
- Jumlah total bola = 5 + 3 + 2 = 10
- Peluang bola pertama merah ($P(M_1)$) = $frac510$
Kejadian 2: Pengambilan bola kedua biru, setelah bola pertama (merah) terambil dan tidak dikembalikan.
- Jumlah bola biru = 3
- Jumlah total bola setelah pengambilan pertama = 10 – 1 = 9
- Peluang bola kedua biru, dengan syarat bola pertama merah ($P(B_2|M_1)$) = $frac39$
Peluang terambilnya bola pertama merah DAN bola kedua biru adalah hasil perkalian kedua peluang tersebut:
$P(M_1 text dan B_2) = P(M_1) times P(B_2|M_1)$
$P(M_1 text dan B_2) = frac510 times frac39$
$P(M_1 text dan B_2) = frac12 times frac13$
$P(M_1 text dan B_2) = frac16$
Strategi Penyelesaian:
- Statistika:
- Data Tunggal: Tentukan nilai yang paling sering muncul (modus), nilai tengah (median), atau jumlah total nilai dibagi banyaknya data (mean).
- Data Kelompok: Gunakan rumus yang sesuai untuk mean, median, dan modus data kelompok. Perhatikan tepi bawah, tepi atas, dan panjang kelas.
- Peluang:
- Identifikasi Ruang Sampel: Tentukan semua kemungkinan hasil yang bisa terjadi.
- Identifikasi Kejadian yang Diinginkan: Tentukan hasil-hasil yang memenuhi kriteria soal.
- Hitung Peluang: Gunakan rumus $P(A) = fractextjumlah kejadian yang diinginkantextjumlah seluruh kemungkinan$.
- Peluang Kejadian Berurutan (Tanpa/Dengan Pengembalian): Jika ada beberapa kejadian berurutan, kalikan peluang masing-masing kejadian. Perhatikan apakah pengambilan dilakukan dengan atau tanpa pengembalian, karena ini akan mempengaruhi jumlah total kemungkinan pada pengambilan berikutnya.
Tips Tambahan untuk Menghadapi UKK Matematika
- Pahami Konsep, Bukan Menghafal Rumus: Rumus hanyalah alat. Yang terpenting adalah memahami konsep di baliknya agar Anda bisa menerapkannya pada berbagai jenis soal.
- Latihan Soal Variatif: Kerjakan berbagai macam soal dari buku paket, LKS, maupun soal-soal latihan UKK tahun sebelumnya. Semakin banyak berlatih, semakin terbiasa Anda dengan pola soal.
- Buat Catatan Ringkas: Rangkum rumus-rumus penting, definisi, dan strategi penyelesaian untuk setiap topik. Gunakan catatan ini sebagai bahan review.
- Manajemen Waktu: Saat ujian, alokasikan waktu dengan bijak. Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu untuk mengamankan poin, lalu fokus pada soal yang lebih menantang.
- Baca Soal dengan Cermat: Pastikan Anda memahami apa yang diminta oleh soal sebelum mulai menjawab. Perhatikan detail-detail kecil yang mungkin penting.
- Periksa Kembali Jawaban: Jika waktu memungkinkan, periksa kembali perhitungan Anda untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu.
Menghadapi UKK Matematika bukan berarti harus menakutkan. Dengan pemahaman yang baik, latihan yang konsisten, dan strategi yang tepat, Anda dapat menaklukkan setiap tantangan. Contoh-contoh soal di atas hanyalah sebagian kecil dari apa yang mungkin muncul, namun prinsip-prinsip dan strategi penyelesaiannya dapat diterapkan pada berbagai variasi soal. Selamat belajar dan semoga sukses dalam UKK Anda!